Gusi Berdarah Saat Menyikat Gigi, Tanda Gusi Tidak Sehat

Article | 2022-02-09 01:12:26

Home » Articles » Gusi Berdarah Saat Menyikat Gigi, Tanda Gusi Tidak Sehat

Gusi Berdarah Saat Menyikat Gigi,

Tanda Gusi Tidak Sehat




Kesehatan gigi dan mulut tidak sekadar seputar gigi geligi saja, tapi juga jaringan pendukung gigi, termasuk gusi. Gusi atau dalam istilah medis disebut dengan gingiva, merupakan jaringan pendukung gigi (jaringan periodontal) berupa jaringan lunak yang mengelilingi dan melindungi gigi. Gusi sehat pada orang Indonesia umumnya berwarna merah muda atau pink coral. Namun, jika terjadi gangguan pada gusi, warnanya akan berubah menjadi merah, pucat, atau gelap dan dapat disertai dengan keluarnya darah. Darah ini biasanya akan keluar ketika anda menggosok gigi. Kesehatan gusi akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Gusi yang sering berdarah bisa menjadi tanda adanya penyakit pada gusi, bahkan mungkin mengindikasikan kondisi gangguan kesehatan yang lebih serius. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penyakit gusi yang menyebabkan gusi berdarah setiap menyikat gigi dan cara menjaga kesehatan gusi.

Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami gusi berdarah saat menyikat gigi, sayangnya tidak sedikit yang menganggap sepele hal tersebut. Faktanya, gusi yang sehat memiliki tekstur yang padat dan permukaan yang halus serta tidak mudah berdarah. Jika gusi mudah berdarah, ini bisa menjadi tanda bahwa gusi anda bermasalah. Beberapa penyebab gusi mudah berdarah, antara lain:

  1. Gingivitis

Gingivitis atau peradangan gusi dapat terjadi karena akumulasi kotoran yang menempel di permukaan gigi dan tidak dibersihkan yang akhirnya menjadi plak. Plak yang tidak dibersihkan akan menumpuk lalu mengeras dan menjadi karang gigi (kalkulus). Kalkulus akan menekan gusi dan lama kelamaan akan menyebabkan gusi turun (resesi). Adanya kalkulus ini menyebabkan peradangan pada gusi sehingga gusi mudah berdarah.

  1. Periodontitis

Jika gingivitis tidak segera ditangani, peradangan gusi akan berlanjut ke jaringan pendukung gigi (periodontal) dan akhirnya menyebabkan periodontitis. Periodontitis ditandai dengan kerusakan jaringan lunak sampai ke tulang penyangga gigi, gusi mudah berdarah, seringkali disertai rasa sakit atau gigi goyah karena pelebaran ligamen periodontal.

  1. Defisiensi Vitamin C dan K

Kekurangan vitamin C dan K ternyata mempengaruhi kondisi gusi berdarah, di mana vitamin C berfungsi dalam membantu penyembuhan, dan vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah. Sehingga jika seseorang mengalami defisiensi vitamin C dan K, perdarahan akan lebih mudah terjadi.


Selain faktor-faktor di atas, kondisi gusi berdarah juga dapat disebabkan karena hal-hal seperti;

  • penyakit yang menyebabkan gangguan pembekuan darah

  • konsumsi obat antihipertensi

  • ketidakseimbangan hormon, misalnya pada ibu hamil

  • menyikat gigi terlalu keras

  • gigi berlubang besar disertai pembengkakan pada gusi

  • penggunaan tusuk gigi

  • penggunaan dental floss yang kurang hati-hati

  • susunan gigi yang berjejal

  • tumpatan gigi yang kurang baik, misal tambalan menggantung (over-hanging)

  • penggunaan gigi tiruan yang terlalu menekan gusi

  • kebersihan mulut yang kurang terjaga pada orang dalam perawatan orthodontik


Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah gusi berdarah antara lain, selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali, menyikat gigi yang benar, memilih sikat gigi dengan ujung bulu sikat yang lembut dan kepala sikat yang tidak terlalu besar sehingga tidak melukai gusi. Selain itu berkumur dengan air mineral setelah makan akan membantu anda membersihkan sisa-sisa makanan dari permukaan gigi. Konsumsi multivitamin rutin untuk menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari faktor penyebab gusi berdarah. Menggunakan dental floss untuk membersihkan area sela-sela gigi dari plak dan sisa makanan, penggunaan dental floss harus hati-hati agar tidak terlalu menekan gusi yang dapat menyebabkan gusi berdarah.

Wujudkan impian anda memiliki gigi bersih dan sehat tanpa gusi berdarah dengan perawatan dental terbaik untuk keluarga di BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center. BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center siap melayani anda dengan dokter gigi profesional terbaik di bidangnya. BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center merupakan klinik gigi terpercaya di dekat Kuta dan tidak jauh dari bandara. Jangan sampai masalah gigi merusak liburan anda di Bali, jika anda sedang menikmati pemandangan Ubud yang asri dan tanpa diduga memerlukan dokter gigi, jarak dari Ubud menuju BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center kurang lebih 35 km. Percayakan perawatan gigi anda pada dokter gigi di klinik gigi terbaik di Bali pilihan anda.


BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center
Jl. Sunset Road No.86A, Seminyak, Badung, Bali Indonesia 80361.
+6282139396161

REFERENSI:

Friedman, M. WebMD (2018). Gum Problem Basics: Sore, Swollen, and Bleeding Gums.

Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWIG). (2014). Gingivitis and periodontitis: Overview. Informed Health.

Roth, E. Healthline (2017). What You Need to Know About Bleeding Gums.

Kapner, et al. US National Library of Medicine, Medline Plus (2016). Bleeding Gums.

NHS Choices UK (2016). Health A-Z. Gum Disease.

Wyatt, A. D. Web MD (2018). Bleeding Gums and Your Health.