Mengenal Gangguan Mental

Article | 2023-07-21 12:17:54

Home » Articles » Mengenal Gangguan Mental

Mengenal Gangguan Mental




Kesehatan mental menjadi salah satu hal penting dari kesehatan seseorang yang berkaitan dengan kesejahteraan hidupnya. Gangguan mental atau gangguan jiwa merupakan permasalahan internasional yang apabila tidak ditangani akan cenderung meningkat setiap tahunnya, dan masalah ini dapat menimbulkan dampak negatif yang lebih besar jika tidak segera tertangani. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa yang termasuk dalam gangguan jiwa antara lain depresi, gangguan bipolar, skizofrenia dan psikosis, demensia, dan gangguan perkembangan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, Jumlah penderita gangguan jiwa tertinggi di Indonesia terdapat di provinsi DKI Jakarta (24,3%), Nagroe Aceh Darusalam (18,5%), Sumatera Barat (17,7%), NTB (10,9%), Sumatera Selatan (9,2%), dan Jawa Tengah (6,8%). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas sebesar 6% atau sekitar 14 juta orang, sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang. Prevalensi penderita gangguan jiwa tiap tahunnya terus meningkat, sehingga ini perlu menjadi perhatian kita semua.

Gangguan jiwa merupakan kondisi kesehatan dimana individu tersebut mengalami perubahan dalam pola pikir, emosi, atau perilaku maupun gabungan dari ketiga perubahan tersebut. Gangguan jiwa menurut Depkes RI adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa, sehingga dapat menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosial. Sama halnya dengan penyakit fisik, penyakit mental juga ada obatnya. Sayangnya, di Indonesia berkembang stigma negatif mengenai gangguan mental ini, di mana biasanya orang dengan gangguan mental dianggap gila atau tidak waras, sehingga mereka yang memiliki gangguan mental semakin menutup diri dan tidak sedikit yang akhirnya tidak berani mencari pengobatan untuk mengobati gangguan mental yang dialaminya. Berbagai peristiwa traumatis dalam hidup seseorang dapat berpengaruh pada kesehatan mentalnya, misalnya pelecehan saat usia dini, trauma masa kecil, ditinggal orang yang disayang, kehilangan pekerjaan, stres berat dalam jangka waktu yang lama tanpa adanya penanganan, terisolasi untuk waktu lama, hingga mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Beberapa jenis gangguan mental yang paling umum terjadi antara lain, depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Selain itu, ada beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.

Gangguan jiwa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor biologi yang meliputi otak, sistem endokrin, genetik, sensori, dan faktor ibu selama masa kehamilan, faktor psikologis yang meliputi pengalaman awal, proses pembelajaran, dan kebutuhan dalam hidup, faktor sosial budaya yang meliputi stratifikasi sosial, interaksi sosial, keluarga, perubahan sosial, dan sosial budaya itu sendiri, serta yang terakhir adalah faktor lingkungan. Faktor biologis atau disebut juga gangguan mental organik, dipengaruhi oleh gangguan fungsi sel saraf di otak, infeksi misalnya akibat bakteri Streptokokus, kelainan bawaan atau didera pada otak, kerusakan otak akibat terbentur atau kecelakaan, kekurangan oksigen pada otak bayi saat proses persalinan, riwayat gangguan mental pada orang tua atau keluarga, penyalahgunaan NAPZA misalnya heroin dan kokain dalam jangka panjang, dan kekurangan nutrisi. Faktor psikologis disebabkan karena peristiwa traumatis, seperti kekerasan dan pelecehan seksual, kehilangan orang tua atau disia-siakan di masa kecil, kurang mampu bergaul dengan orang lain, perceraian atau ditinggal mati oleh pasangan, perasaan rendah diri, tidak mampu, marah, atau kesepian. Sehingga bukan hal yang mengagetkan jika jumlah kasus gangguan mental selama pandemi COVID-19 melanda kian meningkat, dan perhatian orang tentang kesehatan mental selama pandemi pun kian meningkat.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 39 Tahun 2016, penderita gangguan jiwa termasuk salah satu dari 12 indikator utama sebagai penanda status kesehatan sebuah keluarga dalam rangka penyelenggaraan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga. Salah satu gejala dari gangguan jiwa adalah pemenuhan personal higienis. Kebersihan gigi dan mulut merupakan bagian dari kebersihan diri. Mulut merupakan salah satu jalan utama masuk dan berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit, sehingga sangatlah penting untuk selalu menjaga kebersihannya. Menjaga kesehatan jiwa seluruh masyarakat Indonesia merupakan tugas semua pihak. Tugas keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan mengenal adanya penyimpangan awal sedini mungkin. Datang ke klinik dental ditemani oleh orang yang anda percaya, seperti keluarga atau orang tua anda, pasangan anda, atau sahabat anda, dapat membantu anda untuk merasa lebih tenang. Begitu pula sebelum hingga setelah perawatan dental berlangsung, komunikasi yang baik dengan dokter gigi dapat membuat anda merasa lebih baik, terlebih anda mendapat gambaran jelas mengenai perawatan dental dan kondisi kesehatan gigi anda dari dokter gigi, sehingga anda bisa merasa lebih tenang. Jika cara-cara tersebut belum cukup optimal mengatasi ketakutan anda mengunjungi dokter gigi, mungkin ada baiknya untuk mempertimbangkan hipnoterapi untuk mengurangi ketakutan anda terhadap dokter gigi atau perawatan dental.

Warna dapat memainkan peran penting dalam menciptakan suasana hati tertentu, menyampaikan informasi, dan bahkan mempengaruhi keputusan yang diambil seseorang. Warna biru atau hijau dapat membuat seseorang merasa lebih tenang dan relax, sehingga dapat lebih fokus pada hal yang dikerjakannya. Warna juga telah digunakan sebagai terapi untuk mengatasi kondisi fisik dan mental, meski efektivitasnya masih diperdebatkan. BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center merupakan klinik gigi dengan dokter gigi berpengalaman di bidangnya. BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center dilengkapi fasilitas dengan teknologi terbaru yang memungkinkan pasiennya mendapatkan perawatan dental terbaik, hadir dengan nuansa dominasi warna biru yang membuat pasien merasa lebih nyaman dan tenang selama menunggu antrian. Ruang tindakan dental dengan tampilan pantai dan langit biru yang cerah akan membuat anda semakin tenang dan relax selama perawatan dental. BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center merupakan klinik gigi terpercaya yang telah dilengkapi dengan fasilitas yang dirancang khusus untuk meredakan kecemasan pasien, selain itu untuk meningkatkan pengalaman pasien selama mendapatkan perawatan dental. BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center berkomitmen untuk berfokus pada kesehatan mental pasien selama perawatan dental untuk menunjang kesejahteraan pasien. BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center merupakan klinik dental yang berlokasi di dekat Kuta dan tidak jauh dari bandara. Jangan sampai masalah gigi merusak liburan anda di Bali, jika anda sedang menikmati pemandangan Ubud yang asri dan tanpa diduga memerlukan dokter gigi, jarak dari Ubud menuju BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center kurang lebih 35 km. Percayakan perawatan gigi anda pada dokter gigi di klinik gigi terbaik di Bali pilihan anda.


BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center
Jl. Sunset Road No.168, Seminyak, Badung, Bali Indonesia 80361.
+6282139396161

REFERENSI:

American Phsychiatric Association. 2015. What is mental illness [Internet]. https://www.psychiatry.org/patients-families/what-is-mental-illness


Departemen Kesehatan RI. 2000. Keperawatan Jiwa Teori dan Tindakan Keperawatan. Jakarta.


World Health Organization. 2016. Diakses di  https://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs396/en/ 


Kementerian Kesehatan RI. 2023. Definisi Gangguan Jiwa dan Jenis-Jenisnya. Jakarta.

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2224/definisi-gangguan-jiwa-dan-jenis-jenisnya


Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Mental Health Disorders.


Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Mental Illness.


Cherry, K. Verywell Mind (2020). The Color Psychology of Blue.