Gigi Keropos pada Anak dan Dampak Psikososialnya

Article | 2020-02-06 13:41:22

Home » Articles » Gigi Keropos pada Anak dan Dampak Psikososialnya

Kesehatan gigi pada anak usia dini merupakan salah satu tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan. Selama dekade terakhir, paradigma sakit yang berfokus pada penyembuhan dan rehabilitatif telah bergeser pada paradigma sehat yaitu mengutamakan pencegahan dan promotif. Oleh karena itu penting untuk menyadari bahwa pencegahan penyakit gigi memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Keberhasilan perawatan gigi pecegahan ditentukan pada sedini apa dibiasakan. Waktu terbaik adalah sejak awal masa bayi, selama tahun pertama kehidupan anak. Perhatian utama pada kesehatan gigi adalah kerusakan pada gigi anak. Karies anak usia dini di bawah 6 tahun adalah penyakit anak multi-faktorial dan ditentukan oleh sosial budaya dan sosial ekonomi.

Meski gigi anak adalah gigi yang kelak bisa berganti dengan gigi yang baru, namun menjaga kesehatan sejak dini adalah suatu bentuk upaya pembiasaan bagi anak hingga dewasa. Selama anak masih dibawah otoritas tanggung jawab dan perhatian orang tua, artinya anak masih bergantung kepada orang tua dalam menjaga dan merawat kesehatan giginya.

Perilaku yang terbentuk pada anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya biasanya ditunjukkan dengan cara menyikat gigi secara teratur. Tapi kendalanya adalah, hal tersebut seringkali tidak berbanding lurus dengan pola makan yang dijalaninya sehari-hari. Anak usia dini sangat menggemari makanan dan minuman manis. Apalagi jika hal tersebut tidak diimbangi dengan perawatan gigi yang baik dan benar.


Bagaimana karies gigi bisa terjadi?

Karies gigi terbentuk karena adanya sisa makanan yang menempel dan tidak dibersihkan secara optimal kemudian oleh bakteri di dalam rongga mulut, sisa makanan tadi dicerna dan menghasilkan asam. Asam inilah yang akan melarutkan permukaan gigi. Dimulai dari lapisan enamel yang paling keras sebagai pelindung utama. Jika pelindung ini sudah runtuh dan tanpa perawatan, maka proses karies di lapisan di bawahnya akan terjadi lebih cepat lagi.


Apa dampaknya bagi anak?

Masalah karies gigi pada anak usia dini menyebabkan dampak yang cukup serius yaitu gigi menjadi keropos, berlubang bahkan patah sehingga membuat anak mengalami kesulitan mengunyah dengan sempurna hingga mengganggu pencernaan.

Karies gigi akan menimbulkan rasa sakit pada gigi sehingga akan mengganggu penyerapan makanan dan mempengaruhi pertumbuhan anak hingga hilangnya waktu bermain anak karena sakit gigi.

Dampak yang ditimbulkan akibat karies gigi yang dialami anak-anak akan menghambat perkembangan anak sehingga akan menurunkan tingkat kecerdasan anak, yang secara jangka panjang akan berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

Gigi anak adalah panduan tumbuh bagi gigi dewasa penggantinya. Kerusakan pada gigi anak akan menyebabkan panduan tumbuhnya hilang. Gigi anak yang rusak atau harus dicabut terlalu dini (dalam hal ini pencabutan menjadi opsi terakhir ketika gigi yang rusak telah menjadi sumber infeksi) akan menyebabkan gigi pengganti tumbuh di tempat yang salah. Kondisi ini akan mempengaruhi gigi-gigi yang akan tumbuh setelahnya. Hasil akhirnya adalah, gigi akan berantakan ketika dewasa.

Secara sosial, anak-anak atau remaja dengan posisi gigi yang tidak baik akan berdampak pada kepercayaan diri hingga risiko perundungan. Tidak sedikit pula dunia kerja yang memasukkan syarat kesehatan gigi pada seleksi penerimaannya. Maka secara tidak langsung, kerusakan gigi pada anak-anak akan berdampak pada karir seseorang ketika dewasa.


Melihat dampaknya yang cukup serius, upaya preventif dan promotif ini harus diupayakan dari tingkat keluarga. Wawasan sebagai orang tua mutlak dibutuhkan mengingat hal ini akan berpengaruh pada dampak jangka panjang si anak.



Sumber:

  1. Naidu, R., Nunn, J., & Forde, M. (2012). Oral healthcare of preschool children in Trinidad:  a qualitative studyof parents and caregivers. BMC Oral Health, 12(1), 1. https://doi.org/10.1186/1472-6831- 12 - 27

  2. Widayati, N.  (2014). Factors associated with dental caries in children aged 4-6 years old.  Jurnal Berkala Epidemiologi, 2(2), 196. https://doi.org/10.20473/jbe.V2I22014.196-205

  3. Fatimatuzzahro, N., Prasetya, R.  C., & Amilia, W. (2016). Gambaran Perilaku  Kesehatan Gigi Anak Sekolah Dasar di Desa  Bangalsari Kabupaten Bantaeng. Jurnal IKESMA, 12(2), 85.