Kenapa Wajah Bisa Terlihat Cekung Setelah Cabut Gigi

News |

26 August 2026

|

Oleh Bia Admin

Why a Sunken Face After Tooth Extraction Happens

Wajah yang terlihat cekung setelah cabut gigi bisa terasa mengkhawatirkan, apalagi kalau Anda mengira prosedurnya hanya akan memengaruhi senyum. Kenyataannya, ini juga bisa mengubah tampilan wajah Anda secara keseluruhan. Tanpa struktur alami yang biasanya ditopang oleh gigi, pipi dan bibir bisa mengendur, membuat wajah terlihat cekung atau lebih tua seiring waktu.


Banyak orang baru menyadari perubahan halus ini beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian, itulah kenapa memahami hubungan antara kehilangan gigi dan struktur wajah jadi begitu penting.


Baca Juga: Kapan Boleh Makan Makanan Padat Setelah Cabut Gigi?


Kenapa Wajah Terlihat Cekung Setelah Kehilangan Gigi?

Berikut proses utama yang didukung bukti ilmiah, yang menjelaskan penyebab wajah terlihat cekung atau kempot setelah cabut gigi.


1. Resorpsi Tulang (Hilangnya Alveolar Ridge)

Setelah gigi dicabut, tulang alveolar, yaitu bagian tulang rahang yang menahan akar gigi, tidak lagi mendapat rangsangan mekanis dari aktivitas mengunyah dan menggigit seperti sebelumnya. Tulang adalah jaringan hidup yang butuh rangsangan; tanpanya, tulang akan perlahan menyusut atau mengalami resorpsi.


Berbagai studi menunjukkan proses ini berlangsung cukup cepat dalam 3-6 bulan pertama, lalu berlanjut lebih lambat setelahnya. Sebagai contoh, satu tinjauan sistematis atas studi pada manusia yang dipublikasikan oleh Clinical Oral Implant Research menemukan bahwa perubahan dimensi horizontal mencapai 32% pada bulan ke-3 dan 29-63% pada bulan ke-6 hingga ke-7 setelah pencabutan.


Selain itu, kehilangan tulang secara vertikal (tinggi) juga cukup signifikan, sekitar 11-22% pada bulan ke-6. Jika diukur dalam milimeter, ini bisa berarti pengurangan sekitar 3,5-4 mm pada lebar dan 0,99 mm pada tinggi.


Kenapa ini penting untuk penampilan? Hilangnya lebar atau tinggi tulang membuat jaringan lunak di atasnya, termasuk gusi, otot, dan kulit, kehilangan dukungan. Seiring tulang menyusut, kulit ikut tertarik ke dalam, pipi jadi lebih rata, dan bibir kehilangan penopangnya. Hal ini yang menyebabkan tampilan cekung atau "kempot".


2. Hilangnya Dukungan Struktur Wajah dari Gigi

Gigi tidak hanya berfungsi untuk mengunyah, tapi juga membantu menahan jaringan lunak seperti pipi dan bibir tetap pada tempatnya. Gigi secara efektif menopang bagian-bagian wajah Anda. Karena itu, tanpa tulang dan gigi sebagai penopang, jaringan lunak bisa kehilangan kekencangannya. Tonus otot dan jaringan ikat jadi lebih mudah bergeser, meregang, atau mengendur ketika struktur di bawahnya berkurang.


Seiring dukungan ini berkurang, bagian seperti pipi bisa terlihat cekung, terutama di sekitar area gigi geraham, sudut mulut bisa turun ke bawah, garis nasolabial (garis dari hidung ke mulut) semakin dalam, dan tinggi wajah bagian bawah bisa berkurang. Semua ini berkontribusi pada tampilan wajah yang cekung.


3. Perubahan yang Bertahap dan Terakumulasi

Kehilangan tulang dan perubahan jaringan lunak biasanya tidak terjadi dalam semalam. Sebagian besar penurunan tulang yang signifikan terjadi selama 3-6 bulan pertama pasca pencabutan, tapi prosesnya tetap berlanjut, lebih lambat, selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun berikutnya.


Selain itu, kehilangan lebih dari satu gigi, terutama yang berdekatan, atau kehilangan gigi geraham belakang dibanding gigi depan, memperluas area tulang yang bisa mengalami resorpsi dan mengurangi lebih banyak dukungan jaringan lunak. Hal ini menyebabkan perubahan wajah yang lebih terlihat jelas.


Usia, kondisi kesehatan, dan faktor lain juga berpengaruh. Usia yang lebih tua, osteoporosis, kurangnya nutrisi yang tepat, merokok, kebersihan mulut yang buruk, dan kondisi kesehatan sistemik bisa membuat kehilangan tulang terjadi lebih cepat atau lebih parah. Selain itu, orang yang tidak segera mengganti gigi yang hilang membiarkan perubahan ini terus berlanjut.


Apakah Wajah Cekung Setelah Cabut Gigi Umum Terjadi?

Ya, ini cukup umum terjadi, terutama jika gigi yang hilang tidak segera diganti. Efeknya akan lebih terlihat jika beberapa gigi dicabut sekaligus atau jika gigi geraham yang dicabut, karena gigi-gigi ini berperan besar dalam menopang pipi dan garis rahang. Kehilangan satu gigi depan mungkin hanya menyebabkan perubahan kosmetik kecil, tapi pencabutan beberapa gigi bisa berdampak signifikan pada tampilan wajah.


Cara Mencegah atau Mengatasi Wajah Cekung Setelah Cabut Gigi

Kabar baiknya, kedokteran gigi modern menawarkan berbagai cara untuk mencegah atau mengatasi perubahan ini. Berikut solusi paling efektif dan cara kerjanya.


1. Implan Gigi

Pilihan pertama ini adalah standar emas. Bagaimana cara kerja implan? Implan gigi menggantikan tidak hanya mahkota gigi yang terlihat, tapi juga akarnya, yang berperan penting dalam merangsang tulang rahang. Dengan meniru fungsi akar alami, implan menjaga tulang tetap "aktif", mencegah terjadinya resorpsi.


Soal efek jangka panjangnya, penelitian yang dipublikasikan oleh Dentistry Journal menunjukkan bahwa implan memiliki tingkat keberhasilan 95-98% selama 10 tahun dan bisa mempertahankan volume tulang di area yang dirawat. Manfaat penting ini tidak bisa didapatkan dari jembatan gigi atau gigi palsu konvensional, karena keduanya tidak merangsang tulang di bawahnya dengan cara yang sama.


Angka-angka yang mengesankan ini menunjukkan efektivitas jangka panjang terapi implan, menjadikannya solusi yang bisa diandalkan bagi pasien yang mencari pengganti gigi yang stabil, terlihat alami, dan berfungsi optimal.


Implan membantu mempertahankan bentuk wajah alami dengan menopang bibir, pipi, dan garis rahang, sehingga membantu menghindari tampilan cekung atau kempot. Implan juga memberikan fungsi mengunyah yang kuat, yang secara tidak langsung turut menjaga kesehatan tulang.


2. Bone Graft

Bone grafting tidak hanya berguna sebagai persiapan sebelum implan, tapi juga cara untuk mengembalikan kontur alami wajah setelah terjadi kehilangan tulang. Dengan menempatkan material graft di area yang mengalami resorpsi, bone graft bisa memulihkan lebar dan tinggi tulang rahang.


Dengan begitu, bone graft secara harfiah membangun kembali fondasi yang menopang senyum dan struktur wajah Anda. Material graft bisa diambil dari tubuh Anda sendiri (autograft), dari donor (allograft), atau dari material sintetis.


Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal of Periodontology menunjukkan bahwa pelestarian soket dengan graft bisa mengurangi kehilangan lebar tulang rahang sekitar 2-3 mm dibandingkan dengan penyembuhan alami tanpa graft.


Bagi pasien yang berencana melakukan implan nantinya, bone grafting sering kali jadi langkah pertama untuk memastikan stabilitas dan estetika jangka panjang. Bahkan bagi mereka yang memilih gigi palsu atau jembatan gigi, graft tetap membantu mempertahankan tampilan wajah yang lebih penuh dengan menopang jaringan lunak di sekitar mulut.


3. Gigi Palsu dan Jembatan Gigi

Gigi palsu (lepasan) dan jembatan gigi (tetap) menggantikan bagian gigi yang hilang yang terlihat. Meski tidak merangsang tulang seperti implan, keduanya memberikan dukungan eksternal bagi bibir dan pipi. Kedua pilihan ini memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan. Pasien sering kali merasa wajahnya terlihat lebih penuh begitu gigi palsu atau jembatan gigi yang pas terpasang.


Namun, pilihan ini punya keterbatasan. Keduanya tidak menghentikan resorpsi tulang di bawah gusi. Seiring waktu, gigi palsu mungkin perlu disesuaikan lagi karena tulang rahang terus menyusut. Selain itu, kedokteran gigi digital yang canggih saat ini memungkinkan pembuatan jembatan gigi dan gigi palsu estetik dalam waktu satu hari atau keesokan harinya menggunakan teknologi CAD/CAM.


Baca Juga: Perawatan Gigi Tanpa Rasa Sakit di Bali


Pulihkan Senyum dan Rasa Percaya Diri Anda di BIA Dental Clinic Bali

CP-BIA-11 (1).webp 88.34 KB
modern saat ini, Anda bisa memulihkan senyum sekaligus struktur wajah alami Anda. Di BIA Dental Center Bali, kami menawarkan perawatan premium, termasuk implan gigi, bone graft, dan gigi palsu atau jembatan gigi berkualitas tinggi.


BIA dilengkapi dengan teknologi modern, standar kebersihan internasional, dan prosedur tanpa rasa sakit yang dirancang untuk kenyamanan dan keamanan. Baik Anda ekspatriat, wisatawan, maupun pasien lokal yang mencari perawatan gigi berstandar dunia, tim BIA siap membantu Anda mendapatkan kembali fungsi sekaligus rasa percaya diri.


Buat janji konsultasi Anda melalui WhatsApp dan ambil langkah pertama menuju senyum yang lebih sehat dan tampilan yang lebih awet muda.